MPKKI Usulkan Empat Hal Pengaturan Pertembakauan

Jakarta, Bekanews.com - Deputi Direktur Masyarakat Pemangku Kepentingan Kretek Indonesia (MPKKI), Zamhuri, mengatakan, RUU Pertembakauan yang saat ini masih dibahas oleh pansus di DPR, semangatnya haruslah melindungi pertembakauan dari hulu ke hilir.
Dia pun mengusulkan empat hal pokok. Pertama, menjaga kretek.Sebagai produk khas Nusantara dapat dilakukan dengan menjaga kepentingan (penerimaan) negara, petani, kelompok kesehatan, dan industri melalui aturan setingkat UU yang sifatnya holistik-integral.
“Semua kepentingan perlu diakomodir dalam RUU Pertembakauan ini. Hal ini untuk menjaga ego sektoral  baik atas nama kesehatan, ekonomi, industri, dan petani,” kata Zamhuri saat rapat dengar pendapat umum Pansus RUU Pertembakauan di Ruang Pansus B, Gedung Parlemen Senayan, Kamis (18/01/2018).
Kedua, pogram Kemitraan. Program ini dapat dilakukan melalui pengetatan impor tembakau, bukan solusi yang win-win, apalagi lewat pendekatan sanksi (lewat mekanisme bea/cukai) yang akan mengganggu iklim usaha sektor pertembakauan. Lakukan peningkatkan produksi bahan baku tembakau dan dipenuhi melalui program Kemitraan. Pemerintah perlu berperan dalam pengaturan kemitraan. “RUU Pertembakauan perlu mengakomodasi kepentingan petani dan industri,” ujarnya.
Ketiga, perlunya lembaga Buffer Stock dan Riset. Untuk menghargai para pembayar cukai/ pajak, perlu pengaturan tentang ruang merokok yang memadai. Bentuk penghargaan ini pernah diberikan pemerintah kolonial pada pembayar pajak (industri kretek).  Selain itu, perlu ada pengaturan lembaga buffer stock tembakau. Dari mana dananya, bisa dari dana cukai.
Mengapa lembaga buffer stock tembakau diperlukan? Karena  potensi ekonomi tembakau dan industrinya yang besar. Itu untuk  melindungi petani tembakau. Karenanya, dana bagi hasil cuka hasil tembakau bisa digunakan untuk kegiatanbuffer stock, kalau perlu sampai 10% dari penerimaan cukai. Lembaga buffer stocktembakau dijadikan sebagai fermentasi tembakau, ini akan menambah nilai jual tembakau. Tidak seperti  beras, makin lama disimpan makin menurun kualitasnya.
“Rencana regulasi ini juga perlu memberikan ruang pengembangan penelitian produk tembakau, selain untuk kebutuhan IHT, seperti untuk kebutuhan pestisida atau untuk kepentingan kesehatan, agar petani juga memiliki diversifikasi pasar. Selain itu, penelitian untuk mendapatkan varietas jenis tembagai yang dibutuhkan di pasar nasional maupun internasional,” jelasnya.  
Keempat, pengendalian tembakau. Pengendalian tembakau yang telah diatur melalui PP 109/2012 di antaranya ketentuan soal graphic health warning, sponsor, iklan serta promosi produk tembakau dan semacamnya, perlu diadopsi dalam RUU Pertembakauan. “Selain untuk kepastian hukum, ini untuk mengakomodasi kepentingan kelompok kesehatan (anti tembakau),” jelasnya. (irs)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MPKKI Usulkan Empat Hal Pengaturan Pertembakauan"

Post a Comment