Pelajar dan Santri NU Harus Melek Literasi

Pati, Bekanews.com – Penggiat Lembaga Pers Siswa (LPS) Cendekia MA. Manahijul Huda (Mahida) Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Pati, Jateng diminta aktif menulis. Tidak hanya penggiat LPS Cendekia saja, juga para pelajar Nahdlatul Ulama (NU) secara luas, terlebih di era digital, milenial atau generasi Z seperti sekarang.
Hamidulloh Ibda, penulis buku "Sing Penting NUlis Terus (Panduan Praktis Menulis Artikel dan Esai di Koran)" mengutarakan hal itu dalam bedah buku yang digelar LPS Cendekia dan Penerbit Formaci di Aula MA. MAHIDA Ngagel, Kamis (5/10/2017) lalu.
"Dulu saya sempat berpikir, hidup di lingkungan NU itu standar dan stagnan. Namun setelah berkontemplasi, justru tesis itu keliru. Saya terlahir dari bapak dan ibu yang dulu aktif di IPNU-IPPNU dan Ansor-Fatayat. Ini  yang menginspirasi saya menulis buku ini. Bagaimana menjadi NU secara literasi, yaitu dengan nguri-nguri tradisi ahlussunnah waljamaah annahdliyah melalui tulisan (literasi),’’ katanya.
Menurut Ibda, literasi bisa menjadi salah satu kunci melawan paham dan ormas radikal yang mengusik NKRI. ‘’Sebarkan Islam ramah di Indonesia dan perkuat nasionalisme melalui literasi. Untuk itu, pelajar dan santri NU harus melek literasi,’’ tegasnya.
Dosen STAINU Temanggung itu menambahkan, dengan menulis, pelajar dan santri bisa mengambil peran dakwah dan ikut membumikan Islam rahmatan li al ‘alamin. ‘’Menulis harus menjadi bagian dari dakwah NU, yakni dakwah melalui literasi,’’ tutur tokoh muda asal Kabupaten Pati itu. (ira)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pelajar dan Santri NU Harus Melek Literasi "

Post a Comment