Metode Baca Kitab Kuning Mesti Tangka Perkembangan Zaman

Bojonegoro, Bekanews.com - Metode (cara) membaca kitab kuning, harus menyesuaikan zaman. Perkembangan zaman yang menyajikan bermacam macam e-book, e-journal, e-paper bahkan e-kitab, harus ditangkap oleh santri dan mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi agama Islam, khususnya Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU).
Ahmad Taufiq, dosen STAINU Temanggung mengutarakan hal itu saat menjadi narasumber kuliah umum di STAI At Tanwir Bojonegoro pada Sabtu (30/9/2017), bertajuk "Pembelajaran Bahasa Arab untuk Meningkatkan Kemahiran Membaca".
Didampingi Ahmad Musthofa, ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (Prodi PBA) STAI At Tanwir Bojonegoro, Ahmad Taufiq menjelaskan, banyak cara (metode) membaca kitab kuning, salah satunya adalah yang berbasis IT meski membaca kitab kuning cetak tetap wajib.
"Membaca kitab kuning secara cepat dan tepat, harus sesuai dengan kaidah kemahiran membaca. Dalam Bahasa Arab, kemahiran berbahasa dibagi menjadi empat, maharah al istima' (kemahiran mendengarkan), maharah al kalam (kemahiran berbicara), maharah al qiroah (kemahiran membaca), dan maharah al kitab (kemahiran menulis)," terangnya.
Dia menuturkan, pentingnya kemampuan dalam membaca Bahasa Arab, seperti perintah Allah yang pertama kali turun adalah surat al-alaq yang berbunyi iqro' (membaca). ‘’Pelajari Bahasa Arab sebagai bahasa Quran dan bagian dari bahasa yang digunakan untuk menyampaikan pesan kepada umat Islam,’’ jelasnya.
Ahmad Taufiq pun mendorong mahasiswa melek IT, supaya aktivitas membaca kitab kuning tidak monoton dan bisa menyesuaikan zaman, sesuai keterampilan Bahasa Arab. Sedang Ahmad Musthofa, berharap adanya kuliah tamu ini mahasiswa bisa membuka cakarawala akan isu-isu terbaru pembelajaran Bahasa Arab yang sedang berkembang. (husna

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Metode Baca Kitab Kuning Mesti Tangka Perkembangan Zaman"

Post a Comment