Fajar: Penting Gerakan Santri Berorientasi pada Perubahan

Kudus, Bekanews.com - Pusat Studi Gender (PSG) STAIN Kudus bekerja sama dengan Wadah Gerakan Santri Indonesia (WG Sanindo) dan Lajnah Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Kudus, menggelar Pesantren Harmoni Srawung Kampung (PHSK) bertajuk “Plan of Action Santri Indonesia”, Ahad (29/10/207).
Dr. Supaat, M.Pd., Waket I STAIN Kudus, dalam sambutannya menyampaikan, tak lama institusi tempatnya mengabdi bakal alih status menjadi IAIN Kudus, sehingga perlu mengintegrasikan budaya akademik dengan masyarakat, khususnya terkait penguatan karakter santri sebagai penjaga kultur Islam Nusantara yang moderat.
‘’IAIN Kudus nantinya siap menjadi gerbang pengawal Islam nusantara yang rahmatan lil’alamin. Maka setiap unit kegiatan akademik, perlu melakukan pengarusuatamaan Islam yang ramah, baik dalam proses pembelajaran di kelas maupun kultur akademik di luar kelas,” tegasnya.
Nur Said, kepala PSG STAIN Kudus, mengutarakan, PSG hendak memelopori gerakan kembali ke kampung. Dikatakannya, kehidupan kampung menyimpan kekayaan nilai-nilai kearifan lokal, mulai dari kesederhanaan, kebersamaan dan juga keharmonisan.
“Kebesaran kampus tak bisa lepas dari masyarakat, maka perlu terobosan-terobosan yang mengintegariskan kegiatan akademik kampus dalam komunitas masyarakat, sebagai upaya membangun hubungan harmonis antara kampus dengan masyarakat. Di kampung-kampung pula, tradisi santri terjaga secara nyata,” ungkapnya.
Fajar Nugroho dari PCNU Kudus, mengemukakan pentingnya gerakan santri mendatang berorientasi pada perubahan, bukan sekadar meriah seremonial. ‘’Maka pendampingan berbasis aksi yang kontinu, menjadi penting, sebagaimana dipraktikkan para santri Pondok Mathali’ul Falah Kajen asuhan KH. Sahal Mahfudz.
“Kalangan akademisi, mahasiswa dan santri juga bisa melakukannya melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau progaram alternatif seperti PHSK ini,’’ tuturnya di hadapan para santri, mahasiswa dan peserta lain yang hadir.
Dalam acara yang digelar di Pondok Pesantren Entrepreneur Al-Mawaddah, Honggosoco, Jekulo, Kudus itu, tampil Siti Khadijah Al Hadizah dan KH Sofiyan Hadi sebagai narasumber. (said)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Fajar: Penting Gerakan Santri Berorientasi pada Perubahan "

Post a Comment