Dulu Santri Perjuangkan Negara, Kini Banggakan Timnas

Jepara, Bekanews.com - KH Abdul Ghaffar Rozin, Ketua Umum PP RMI PBNU memuji peserta Liga Santri Nusantara (LSN). Menurutnya, para santri atlet bermain secara sportif sesuai dengan regulasi yang ada dan mengedepankan akhlak santri, yakni akhlakul karimah.
Dia mengutarakan hal itu dalam penutupan babak final LSN Region 1 Jateng yang berlangsung di stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara, Sabtu (30/09/2017) sore. “Tahun 2015 ada 320 peserta, 2016 ada 830 dan tahun ini 1480 pesantren.”
Dia menambahkan, LSN sebagai wahana silaturrahim antar pesantren juga untuk menjaga NKRI. Ia meyakini dengan sumbangsih skill (kemampuan) yang baik dengan didukung akhlak, region-region muda akan memperkuat timnas.
Rafli yang merupakan jebolan LSN telah memperkuat garuda muda. “Ke depan Indonesia bakal menang melawan Malaysia yang pemainnya tentu dari liga santri,” doa Gus Rozin.
Mayjend TNI Purn. Sunindyo, pengamat sepakbola, mengatakan, dirinya tidak menyangka pemain LSN bisa bermain dengan sportif. Menurut mantan Panglima Kodam IV Diponegoro itu sportivitas memang diajarkan di pondok.
“Peserta LSN adalah intelektual yang hafal alquran dan pinter main sepakbola. Santri zaman dulu memperjuangkan Negara, kini santri memperjuangkan timnas,’’ katanya.
H Ubaidillah Noor Umar, Rais Syuriah PCNU Jepara menyatakan menjadi santri harus bangga karena bulan Oktober ini akan diperingati hari santri nasional (HSN) ketiga. “Jika santri di Indonesia diperhatikan NKRI semakin utuh dengan bersatunya pesantren-pesantren di Indonesia,” ungkapnya.
Final LSN Region 1 Jateng, memperebutkan piala Bupati Jepara. Keluar sebagai juara I An Nur FC (Blora), juara II Manhik United (Kendal) dan juara III Alfalah FC (Salatiga). Konfigurasi MOB 1000 santri dan drum band dari pesantren Balekambang Jepara, ikut memeriahkan kegiatan tersebut. (qiem)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dulu Santri Perjuangkan Negara, Kini Banggakan Timnas"

Post a Comment