Literasi Digital Harus Sentuh Semua Level

Semarang, Bekanews.comLiterasi digital di era perkembangan teknologi informasi yang demikian cepat seperti saat ini, mestinya diberikan kepada semua masyarakat di semua level. Mulai dari level keluarga, sekolah, dan negara.
Liliek Budiastuti Wiratmo dosen Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang, mengutarakan pentingnya literasi digital di semua level itu, Minggu (24/9/2017). ‘’Pada level keluarga, orang tua harus menjadi contoh serta melibatkan anak sebagai partner dalam membuat kesepakatan-kesepakatan atas akses media digital,’’ terangnya.
Pada level sekolah, ungkapnya, harus ada perubahan ke arah pendidikan berbasis digital, yaitu peserta didik dan guru adalah setara dan harus menguasai konten pembelajaran bersama. Selain itu, orang tua juga harus berkolaborasi dengan guru dalam pendidikan anak, serta penyediaan laboratorium media digital.
‘’Sedang untuk level negara, harus didorong transformasi digital dengan membangun infrastruktur digital yang demokratis, memperkuat e-governance, serta memberdayakan warga negara sebagai bagian dari kewarganegaraan digital,’’ paparnya.
Sementara itu, penelitian Japelidi di Kota Semarang, ditemukan ada 19 kegiatan literasi digital. Pelaku kegiatan literasi digital didominasi perguruan tinggi (50%), diikuti asosiasi profesi (20%), dan Institusi Pemerintah, NGO/Ormas, serta Komunitas/mahasiwa KKN masing-masing 10 %.
‘’Dari sisi ragam kegiatan, sebagian besar dikemas dalam seminar/diskusi (38%), diikuti pelatihan/workshop masing-masing 15 %, publikasi artikel jurnal/ prosiding (12%), Fokus Group Discussion/ FGD (8%), kurikulum (pengajaran), penelitian serta publikasi buku masing-masing 4%,’’ jelasnya.
Dia menambahkan, kelompok sasaran lliterasi digital, sebagian besar (50%) adalah mahasiswa dan pelajar, lalu komunitas/pelaku usaha (20%), Ormas/Orsos (15%), remaja/ karang taruna (10%), dan tenaga pendidik (dosen, guru)  sebanyak 5%. ‘’Dari 19 kegiatan yang dilakukan, 13 kegiatan bekerja sama dengan mitra. Institusi pemerintah (38%), sekolah (31%), komunitas dan orgnisasi profesi masing-masing 15%.
‘’Temuan menarik lain, gerakan literasi digital setidaknya dilakukan dengan dengan dua sudut pandang, yaitu proteksionis dan kegunaan. Sudut pandang proteksionis cenderung membekali diri dengan kemampuan membentengi diri dari dampak informasi digital. Sedang sudut pandang kegunaan, memberi bekal kemampuan menggunakan teknologi digital untuk kegiatan produksi (pengembangan UKM, bisnis startup, dan sebagainya),’’ urainya.
Lebih lanjut dia mengemukakan, bahwa kemungkinan besar masih banyak data dan informasi gerakan literasi digital yang belum terungkap. Karena itu, ia berharap semakin banyak penggiat yang bergabung, sehingga dapat bersinergi dan bersama-sama meluaskan gerakan literasi digital. ‘’Dengan literasi digital tidak berarti literasi media konvensional (cetak, radio, TV) ditinggalkan. Warga tetap perlu melek media konvensional,’’ tegasnya. (ira)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Literasi Digital Harus Sentuh Semua Level "

Post a Comment