Grebeg Besar untuk Kenang Jasa Wali dan Lestarikan Nilai Sejarah

Demak, Bekanews.com - Selamatan Tumpeng Songo itu dilaksanakan pada Idul Adha 1438 Hijriyah di Masjid Agung Demak, Kampung Kauman, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah (Jateng).
Sebelumnya sembilan tumpeng dibawa dari Pendapa Kabupaten Demak diiringi Bupati Drs. H.M. Natsir, didampingi para kiai, Komandan Kodim (Dandim) 0716/Demak Letkol Inf Agung Udayana SE, Kapolres AKBP Sonny Irawan SIK, para santri, dan tamu undangan lain, kamis (31/08/2017) malam.
Tumpeng Songo pada tradisi Grebeg Besar di Demak yang pengamanannya dijaga ketat oleh anggota Kodim 0716/Demak dan Polres Demak, dimaksudkan untuk menghindari warga berebutan sebelum acara selesai.
Ini mengandung makna dan fungsi tersendiri bagi warga Demak. Salah satunya adalah Tumpeng yang berbentuk kerucut menjulang ke atas mempunyai makna bahwa, manusia harus selalu ingat kepada Allah. Tumpeng sanga diartikan sebagai simbol wali yang berjumlah sembilan orang.
Pada saat yang sama, di Kadilangu, juga dilaksanakan kegiatan serupa yaitu, Selamatan Ancakan. Selamatan bertujuan memohon berkah kepada Allah SWT agar sesepuh dan seluruh anggota panitia penjamasan, bisa melaksanakan tugas dengan lancar tanpa halangan suatu apapun serta untuk menghormati dan menjamu para tamu yang bersilaturahmi dengan sesepuh.
Terakhir, Grebeg Besar Demak, yang ikut mendongkrak pariwisata daerah, yaitu masing-masing berupa selamatan Tumpeng Sembilan dan iring-iringan prajurit Patangpuluhan, pengawal minyak jamas dari pendapa kabupaten menuju makam Sunan Kalijaga.
Grebeg Besar Demak digelar, selain untuk mengenang jasa para wali dengan melanjutkan perjuangan dakwah Islam, juga untuk melestarikan nilai-nilai sejarah dan mengembangkan pariwisata daerah. (ruf)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Grebeg Besar untuk Kenang Jasa Wali dan Lestarikan Nilai Sejarah "

Post a Comment