Mahasiswa UMK Ini Sukses Kembangkan Chocobean Ice Blend

HAMPIR tak pernah sepi. Sebuah cafe yang berada di ruas Jalan Sunan Kudus, sekitar 50 meter dari Kaligelis. Chocobean. Berada di selatan jalan, cafe ini ternyata sudah mulai dibuka sejak tiga tahun lalu.
Adalah Deni Syaiful Amri, pemilik cafe, yang ternyata masih berstatus mahasiswa. Saat ini, ia tercatat sebagai mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Informasi, Fakultas Teknik,  Universitas Muria Kudus (UMK).
Bermula dari Deni dan teman temannya usaha kecil-kecilan jual Es Pot-minuman yang sedang trend saat itu, bertepatan dengan event Dhandangan, yang ternyata banyak peminat. Jualannya pun laku keras, sehingga apa yang telah dimulai, kemudian dilanjutkan.
Ia kemudian menyewa sebuah tempat dengan harga Rp. 300 ribu setiap bulan. Setelah berjalan sekitar tiga bulan, Deni pun mulai mengembangkan jualan Chocobean Ice Blend di Kudus, yang berpusat di Semarang. Chocobean didirikan oleh Iwan Febianto, yang merupakan rekan Deni saat masih duduk di bangku SMP.
Sebagai produk baru, Chocoben Ice Blend tidak sertamerta laris manis seperti sekarang ini. “Dulu sehari paling laku lima cup, banyak banter 35 cup,” katanya. Untuk meningkatkan penjualan Chocoben Ice Blend, dia menyiasati dengan mengurangi stok Es Pot dan menambah stok Chocoben Ice Blend.
Dan kini, dia telah membuka paling tidak 10 cabang franchise di Eks Karesidenan Pati. Bahkan, Deni bersama rekannya, Iwan, berhasil menyetuskan cup yang telah memiliki brand. ‘’Cup yang semula polosan, disulap dengan sablon menarik bergambar Bung Tomo, salah satu tokoh pejuang 10 November,’’ terangnya.
Mengapa Bung Tomo? “Bung Tomo kan pahlawan Indonesia termuda. Tujuannya adalah menginspirasi  agar anak muda mandiri dan serta mau mengambil peran dalam memajukan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), lanjutnya menambahkan.
Kendati begitu, kendala dalam mengembangkan Chocoben Ice Blend, juga tak bisa dielakkan. Awalnya ketika Deni memutuskan berjualan es, orang tuanya tidak menyetui. Alasannya, khawatir sepi peminat, termasuk musim hujan.
Namun kekhawatiran orang tuanya itu ditepisnya. Dengan motivasi diri tinggi, dia pun akhirnya mampu membuat Chocoben Ice Blend yang tak hanya digandrungi kawula muda, namun orang tua dan anak-anak juga tertarik.
‘’Inovasi memang harus selalu diciptakan dan menambah daftar menu berupa makanan dari ringan hingga berat. Minumannya pilihannya hot atau cool sesuai dengan selera dan kondisi cuaca, dan lain sebagainya. Desain cafe juga dibuat semenarik mungkin dan kekinian, sehingga menarik pelanggan,’’ kata remaja kelahiran Kudus, 27 Maret 1994 silam itu. (ulya)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mahasiswa UMK Ini Sukses Kembangkan Chocobean Ice Blend "

Post a Comment