Kenangan Prof. Weix Akan Gus Dur

Rosidi
Hampir bisa dipastikan, seseorang yang pernah bertemu dengan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), memiliki kenangan berkesan dan akan senantiasa menyimpan kenangannya itu, sampai kapanpun.
Itu pula yang dialami oleh Prof. G.G. Weix Ph.D dari University of Montana, USA. Dia mengaku, pernah berkunjung ke kediaman Gus Dur, jauh sebelum mantan ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu menjadi Presiden, yakni pada 1995.
Waktu itu, dia sedang di Indonesia selama satu bulan untuk melakukan riset. Di sela-sela aktivitasnya, Weix mementingkan untuk sowan Gus Dur. Apa kenangannya soal Gus Dur?
Di depan peserta kuliah umum di Universitas Muria Kudus (UMK), Sabtu (5/8/2017) lalu, Weix mengemukakan, bahwa pandangan-pandangan Gus Dur sungguh sangat menarik. Tidak sekadar soal hubungan antarsesama, juga pandangannya tentang pendidikan dan pentingnya menguasai bahasa asing.
Dari pertemuannya dengan Gus Dur itu, dia pun mengetahui bagaimana perhatian cucu Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari itu, terhadap pendidikan anaknya. Gus Dur, menurut cerita Wex, juga sangat menekankan agar anaknya menguasai bahasa asing.
Untuk penguasaan bahasa, berdasarkan kisah Weix ini, anak-anaknya diharuskan bisa Bahasa Jawa, Bahasa Indonesia, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. ‘’Kalau anak-anak Gus Dur menguasai Bahasa Arab, itu sudah pasti,’’ ucapnya sembari tersenyum saat ditemui usai menjadi narasumber kuliah tamu di UMK itu.
Tak berhenti di situ kekaguman Weix pada Gus Dur. Karena selain mengharuskan anaknya menguasai empat bahasa di atas, Gus Dur ternyata menganjurkan anaknya menguasai salah satu bahasa asing lain, entah itu Bahasa Mandarin, Bahasa Jepang atau pun Bahasa Perancis. (*)
Rosidi,
Mengelola Bekanews.com, pemimpin redaksi Buletin Suara Nahdliyin, koordinator Gubug Literasi Tansaro dan staf Humas Universitas Muria Kudus (UMK).  

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kenangan Prof. Weix Akan Gus Dur"

Post a Comment