Ramai-ramai Tolak Full Day School

Jakarta, Bekanews.com - Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy terkait Full Day School (FDS), menuai kritik dan penolakan dari banyak kalangan. Banyak yang kemudian ramai-ramai menolak kebijakan FDS tersebut. Salah satunya datang dari ketua Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPP-FKDT), Lukman Hakim Ketua Umum DPP-FKDT.
Dalam pandangannya sebagaimana dilansir http://pendis.kemenag.go.id, FDS (sekolah lima hari) berpotensi mengakibatkan pendangkalan pendidikan agama, internalisasi akhlakul karimah dan nilai-nilai kebangsaan. "Kami mendesak Mendikbud membatalkan rencana itu, karena akan membuat Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dan Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) terancam gulung tikar," tegasnya.
Dia menilai, peran MDT mengantarkan anak bangsa menjadi moderat, toleran, dan teguh komitmennya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tidak bisa dipandang sebelah mata. ''Melalui MDT, karakter dan moralitas anak-anak usia SD hingga SMA, diperkuat hingga tumbuh menjadi pribadi muslim yang tangguh. Upaya ini akan pupus jika diberlakukan FDS,'' terangnya.
Penolakan serupa dilontarkan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu), KH Asep Saifuddin Chalim. Menurutnya, rencana kebijakan FDS melalui lima hari sekolah, tidak akan membuat peserta didik menjadi lebih pandai. ''Cabut rencana itu. Vakum dua hari, anak zaman sekarang tidak akan terlepas dari HP Gadget,'' katanya.
Dia berujar, faktor gadget sangat berbahaya. Dan lagi, anak usia SMP dan SMA, belum mampu menguasai diri kalau libur dua hari. “Akan sangat berbahaya. Untuk menghilangkan kelelahan belajar, cukup sehari. Kalau dua hari, anak punya potensi untuk nakal,” terangnya di Gedung PBNU Jakarta dilansir NU Online. (dik)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ramai-ramai Tolak Full Day School"

Post a Comment