Pro Patria Yogyakarta Gelar Latihan Bersama

Yogyakarta, Bekanews.com - Perguruan bela diri Pro Patria menggelar latihan luar ruangan berupa lari lintas alam, sejauh lebih kurang delapan kilometer menyusuri medan yang relatif berat, yaitu perbukitan di Desa Wisata Surocolo dan kawasan Goa Jepang di Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul.
Lari lintas alam ini mengambil finis di Pantai Parangkusumo, dilanjutkan dengan pelantikan anggota baru dan pengesahan anggota yang telah menjalani ujian kenaikan tingkat pada akhir April 2017 lalu.
Kristiyan Nugroho, salah satu pelatih, mengatakan, acara ini merupakan salah satu agenda rutin tahunan Pro Patria Yogyakarta. “Selain kuantitas, kualitas anggota adalah salah satu hal yang menjadi perhatian kami. Lari lintas alam ini sekaligus sebagai sarana melihat kualitas anggota, khususnya terkait dengan ketahanan fisik mereka,” ujarnya.
Kristiyan mengutarakan, saat ini selain kuantitas dan kualitas anggota, Pro Patria Yogyakarta fokus pada pembinaan prestasi atlet, setelah untuk beberapa waktu absen dari berbagai kejuaraan, khususnya di tingkat nasional.
Dalam Kejuaraaan Nasional Wushu Piala Rektor Unnes II Tahun 2017 yang digelar April lalu, salah satu anggota Pro Patria Yogyakarta atas nama Decky Suryadi meraih juara I untuk kategori Tradisional Tangan Kosong Utara (Putra). “Ini bisa menjadi pemicu bagi Pro Patria untuk mencoba kembali ke jalur prestasi berupa pembinaan atlet,” tuturnya. 
Selain pembinaan atlet, pelatihan kepemimpinan (leadership) sebagai seorang pelatih bagi penyandang sabuk tingkatan tertentu juga menjadi prioritas Pro Patria Yogyakarta saat ini. “Ini sebagai upaya untuk melakukan regenerasi pelatih di Pro Patria Yogyakarta,” terang Kristiyan.
Pro Patria didirikan oleh Victor Lie Kuang Hwa (Koh Hwa) di Madiun pada 28 Oktober 1971. Saat itu bernama “Ikatan Keluarga Kuntauw Pro Patria”. Kata “Pro Patria” berasal dari bahasa Latin yang berarti Cinta Tanah Air atau Bangsa. Perguruan bela diri ini mendapatkan izin resmi dari pemerintah pada tanggal 14 April 1972.
Lantaran waktu itu belum ada Persatuan Wushu Indonesia, Pro Patria pun bergabung dengan IPSI Cabang Madiun dan mengganti nama “Kuntauw” menjadi “Silat”, tanpa mengubah hakikat ilmu bela diri yang harus dikaji anggotanya. Pro Patria resmi menjadi anggota IPSI Cabang Madiun pada 11 Juni 1975, dengan nama “Ikatan Keluarga Silat Pro Patria”.
Kini Pro Patria telah berkembang di berbagai daerah. Pro Patria Yogyakarta adalah salah satunya. Pro Patria Yogyakarta memiliki dua unit latihan, yaitu Ikatan Keluarga Silat (IKS) Pro Patria Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Sasana Wushu Indonesia (SWI) Pro Patria Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). (Ugie

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pro Patria Yogyakarta Gelar Latihan Bersama"

Post a Comment