Untaian Makna dalam Cerpen-cerpen Danarto

Judul: Ikan-ikan dari Laut Merah
Penulis: Danarto
Pengantar: Edi AH Iyubenu
Editor: Tia Setiadi
Penerbit: DIVA Press
Cetakan: I, Desember 2016
Tebal: 217halaman

Danarto sebagai salah satu maestro cerepen Indonesia, tidak ada yang akan menyangkalnya. Di cerpenis brilian, yang sangat cerdas memainkan narasi dalam karya-karyanya. Pilihan diksinya selalu menarik dan sarat makna.
‘’Ikan-ikan dari Laut Merah’’ ini cukup menjadi penegas bagaimana kepiawaiannya bermain narasi yang penuh untaian makna. Hingga Edi AH. Iyubenu menyejajarkannya dengan cerpenis Indonesia lain seperti Hamsad Rangkuti dan Budi Darma.
Buku ini dibuka dengan ‘’Jantung Hati’’. Sepintas, orang akan memahami cerpen ini tentu mengulas tentang dua kekasih yang sedang dilanda asmara. Namun tidak, ternyata. Jatuh Hati justru mengulas tentang kematian dengan penafsiran yang jarang dipahami orang. ‘’ ... kematian adalah jantung hati. Pujaan. Pasangan kelahiran. Hasrat utama kehidupan’’. (hal. 17-18)
Cerpen lain, ‘’Jejak Tanah’’, juga menyimpan pelajaran hidup yang luar biasa. Yakni tentang jenazah yang ‘ditolak’ oleh bumi. Lalu ada ‘’Ikan-ikan dari Laut Merah’’ yang menjadi judul buku ini.
Lainnya, adalah cerpen berjudul ‘’Bengawan Solo’’. Adalah Kiai Kintir alias Kiai Hanyut, salah satu tokoh dalam cerita itu, yang menjadi salah satu daya tarik untuk menyimaknya, karena jalan spiritual unik yang dilakoninya, yaitu kebiasaan menghanyutkan tubuhnya di Bengawan Solo. Tak seorang pun tahu nama aslinya.
Karena kebiasaan anehnya, banyak orang menyemooh (mengolok-olok). Namun banyak yang menyemooh dengan pamrih agar dikirimi uang (duit) oleh Kiai Kintir. Sebab, selain tak peduli dengan cemoohan orang atas dirinya, perilaku aneh Kiai Kintir lainnya adalah suka mengirim segepok uang yang dicomot dari udara kepada orang yang melecehkannya. (hal. 214)
Banyak sekali hikmah yang bisa digali dari cerpen-cerpen Danarto dalam buku ini. Sehingga ini menjadi bacaan menarik yang perlu direkomendasikan kepada semua kalangan, baik kalangan muda maupun orang dewasa. (*)
Rosidi,
Pengurus Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Cabang Kudus dan staf Humas Universitas Muria Kudus

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Untaian Makna dalam Cerpen-cerpen Danarto"

Post a Comment