Fatah Syukur, Mantan Pemred AMANAT Dikukuhkah sebagai Guru Besar


Semarang, Bekanews.com – Dosen Program Studi (Prodi) Manajemen Pendidikan Islam UIN Walisongo Semarang, Fatah Syukur, resmi dikukuhkan sebagai sebagai Guru Besar (Profesor) Ilmu Manajemen Pendidikan pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Walisongo, Kamis (23/3/2017).
Fatah Syukur berhasil meraih gelar profesor di usia yang terbilang cukup muda, yakni 49 tahun. Pengukuhan digelar di Auditorium Kamous III. Sidang senat dipimpin Prof H Abdullah Hadziq M.Ag.
Guru Besar ke-16 UIN Walisongo kelahiran Kudus, 12 Desember 1968 ini adalah mantan Pemimpin Redaksi (Pemred) Surat Kabar Mahasiswa (SKM) AMANAT UIN Walisongo (dulu masih IAIN) dan ikut memprakarsai pendirian Majalan Edukasi Fakultas Tarbiyah, ini adalah sosok yang suka menulis sejak muda. “Saya sangat senang dengan jurnalistik dan dunia tulis menulis,” tegas alumnus PGA Kudus itu.
Selain di SKM AMANAT dan Majalah Edukasi, ia tercatat pernah bergabung menjadi wartawan Majalah Krida (Pemprov Jawa Tengah), dan menjadi kontributor koran dan majalah seperti Warta NU, Tabloid Jum’at, dan Majalah Rindang.
Kepiawaiannya di dunia kepenulisan itu pula, sehingga ia dipercaya sebagai vice editor in chief Jurnal Internasional Ihya’ Ulumuddin dan Redaktur Pelaksana Jurnal Pendidikan Islam. Dan hingga kini, ia telah menerbitkan 9 buku, 15 judul penelitian dan ratusan artikel yang dipublikasi di jurnal, majalah dan koran.
Atas pencapaiannya ini, Fatah mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya. “Keberhasilan ini bukan semata-mata usaha Saya. Banyak orang yang sangat berjasa dalam meraihnya,’’ tuturnya. (irs/ walisongo.ac.id)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Fatah Syukur, Mantan Pemred AMANAT Dikukuhkah sebagai Guru Besar "

Post a Comment