Mengenal Api Abadi Mrapen

Kabupaten Grobogan, kaya akan potensi wisata alam yang meemsona. Saya, potensi itu belum tergarap maksimal, sehingga belum banyak orang yang mengetahui, apalagi tertarik untuk berkunjung.
Salah satu potensi wisata yang dimiliki Grobogan, yaitu Api Abadi Mrapen yang berada di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong. Api Abadi ini tepatnya berada di tepi jalan raya Purwodadi-Semarang, sekitar 26 km dari Kota Purwodadi.
Kompleks Api Abadi Mrapen merupakan fenomena geologi alam, yakni berupa keluarnya gas alam dari dalam tanah yang tersulut api sehingga menciptakan api yang tidak pernah padam walaupun turun hujan sekalipun.
Seiring perkembangan zaman, tahun 2015 ini pemerintah akan mendirikan museum budaya dengan bangunan modern tanpa merubah peninggalan-peninggalan yang berada dalam wisata alami. Sejak 2006, pemerintah sebenarnya sudah berniat membeli tanah tersebut, namun baru terealisasi tahun 2015 ini.
Perlu diketahui, bahwa kebanyakan wisatawan mengambil api dari kompleks Api Abadi Mrapen sebagai sumber obornya, seperti untuk pesta olahraga internasional Ganefo I pada 1 November 1963.
Api Abadi dari Mrapen juga digunakan untuk menyalakan obor Pekan Olahraga Nasional (PON) mulai PON X tahun 1981, POR PWI tahun 1983 dan HAORNAS. Api abadi dari Mrapen juga digunakan untuk obor upacara hari raya Waisak.
Selain api abadi, di komplek tersebut juga terdapat kolam dengan air mendidih yang konon dapat dipergunakan untuk mengobati segala penyakit kulit, serta batu bobot yang konon apabila seseorang dapat mengangkatnya maka yang mengangkat tersebut akan terkabul apa yang dihajatinya.
Mrapen adalah nama sebuah dukuh yang luasnya kurang lebih 8600 M2. Di atas tanah seseorang yang bernama Nyonya Perminah (almarhum). Konon, Api Abadi ini di temukan pertama kali oleh Sunan Kalijaga ketika beliau bersama rombongannya membawa benda-benda pusaka dari Majapahit menuju Demak. (Maftuhan)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengenal Api Abadi Mrapen "

Post a Comment