Tiga Siswa Madrasah Paparkan Prestasi di Depan Menag

Jakarta, Bekanews.com – Sabtu siang (26/11/2016), di Metro TV, dalam acara Newslog, tiga siswa madrasah, berkempatan menjadi tamu acara. Mereka adalah Alin Azkannuha (MTs Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan Kudus), Dafa Maheswara Wiryawan (MAN 4 Jakarta) dan Ayatul Ma’rifah (MA UIN Yogyakarta). Di hadapan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, tiga siswa madrasah tersebut menceritakan beberapa prestasi yang diraih.
Azka misalnya, putra pertama dari tiga bersaudara asal Bekasi ini, disela-sela mondok dan menghafal al-Qur’an, bersama dua teman MTs-nya Nasim dan Faqih, mampu menciptakan sebuah alat penetralisir asap rokok, menjadi oksigen yang bisa dihirup lagi.
“Alat ini, kami ciptakan tahun lalu dan menang saat lomba di Bali yang diikuti lebih dari 1.000 peserta. Kami namakan Tifanter twintyfife. Alat ini bisa diimplementasikan di smooking area, asap yang tersedot akan difilter dan kemudian menjadi oksigen yang bisa dihirup” terangnya.
Sementara, Dafa, yang kini duduk di kelas 10 MAN 4 Jakarta, sulung dari 2 saudara lebih dari sepuluh kali juara, baik pertama, hingga ketiga. “Untuk juara 1 tingkat nasioal 3 kali dan juara 1 tingkat internasional 3 juga. Terakhir, Agustus lalu saat saya juara Lomba Robotik di Korea Selatan, katagori Kodingmission, yakni memprogram sebuah robot untuk mendapatkan point terbanyak dan tercepat, dengan cara mengikuti garis instruksi” terangnya.
Dalam lomba yang diikuti lebih dari 15 negara, seperti Israel, Russia, China, Singapura, Malaysia, Amerika, Tuan Rumah dan lain sebagainya tersebut, Dafa juga meraih juara 3, katagori Robot Kreatif, yakni membuat robot dari kit-kit yang telah disediakan.
Sedang Aya, Siswi MA UIN Yogyakarta asal Magelang ini, konsen di karya ilmiah. Beberapa kali sulung dari dua bersaudara ini menang loba karya ilmiah. “Saya pernah juara karya tulis ilmiah di Padang, di Atmajaya dan UGM. Pernah juga memenangi punilisan esai tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kemendikbud” terangnya.
Aya sendiri diundang, karena bersama dua temannya, mampu menciptakan Susah Bisu. “Yakni Tisu Basah Kubis Ungu. Jadi, di dalam kubis, ada zat antosianin, zat ini bisa mendeteksi, sebuah makanan, apakah mengandung boraks dan formalin atau tidak. Cara kerjanya, meletakkan makanan di atas tissu, beberapa detik kemudian, zat antosianin akan bereaksi dengan boraks dan formalin. Jika makanan mengandung formalin, tissu akan berubah menjadi pink. Jika mengandung boraks, tissu akan berwarna biru keunguan” terangnya.
Menag mengatakan, madrasah merupakan lembaga pendidikan yang sangat strategis. “Madrasah lembaga yang sangat strategis, meski banyak dikelola masyarakat. Kami di Kemenag setidaknya, mengembangkan 4 jenis madrasah. Pertama madrasah umum, kedua madrasah khusus, yang khusus mengembangkan dan mendalami ilmu-ilmu agama. Lalu ada Madrasah vokasi, yang mengembangkan keterampilan dan terakhir Madrasah yang konsens mengembangkan keilmuan tertentu” terangnya.
Menag melihat, pada 3-5 tahun terakhir ini, madrasah tidak lagi jadi alternatif kesekian oleh orang tua murid, bahkan di beberapa madrasah, sudah jadi pilihan utama orang tua. “Kita bersyukur, 3-5 tahun terakhir ini, banyak madrasah menunjukkan beberapa prestasi yang setara, bahkan mengungguli sekolah umum,’’ paparnya.
Untuk itu, lanjutnya, Kemenag terus melakukan beberapa hal, antara lain, penguatan infrastruktur, serta updeting kurikulum. ‘’Selain itu, juga melakukan penguatan guru, disamping kesejahteraannya, juga kompetensinya, tidak hanya kemampuan menguasai konten ajar, namun juga kemampuan metodologisnya, yakni kemampuan bagaimana menyampaikan bahan ajar ke peserta didik” ujar Menag. (BNC-01/ Humas Kemenag)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tiga Siswa Madrasah Paparkan Prestasi di Depan Menag "

Post a Comment