Salurkan KIP Bertepatan dengan Momentum Hari Santri Nasional

Jakarta, Bekanews.com - Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama (Kemenag), Mohsen, mengatakan, sebanyak 55.689 santri telah menerima penyaluran dana manfaat Program Indonesia Pintar (PIP).
Menurutnya, angka ini sudah tercatat sampai dengan pertengahan Oktober nanti, dan jumlahnya dipastikan akan terus meningkat bersamaan dengan progres pencairan anggaran. Tahun ini, Kemenag telah mengalokasikan anggaran manfaat Program Indonesia Pintar (PIP) untuk santri pondok pesantren sebesar Rp. 159.921.500.000.
‘’Anggaran ini diperuntukan bagi 190.000 santri yang tersebar di seluruh Indonesia. Anggaran manfaat PIP yang sudah disalurkan berjumlah Rp. 42.496.500.000,’’ katanya melalui siaran pers.
Mantan kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Sulawesi Tengah ini menambahkan, saat ini pihaknya terus meng-update informasi penyaluran anggaran manfaat PIP untuk santri Pondok Pesantren karena sebagian anggaran berada di kantor Kemenag di tingkat wilayah dan kabupaten/ kota.
Menurut Mohsen, penerima manfaat PIP ini adalah para santri pondok pesantren yang memenuhi kriteria, yakni santri pada pondok pesantren, tidak sedang mengikuti layanan pendidikan formal (SD/SMP/SMA/SMK) dan madrasah (MI/MTs/MA), serta berasal dari keluarga miskin.
“Persyaratan untuk membuktikan ketiga kriteria ini didukung dengan dokumen dan bukti otentik, seperti Nomor Kartu Keluarga, Nomor KTP, penghasilan orang tua dan data-data keluarga lainnya serta surat keterangan miskin, untuk menghindari penyalahgunaan anggaran negara,” katanya.
42.593 Kartu
Seiring dengan penyaluran manfaat PIP, Kementerian Agama juga terus memproses pencetakan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Sebanyak 727 KIP sudah tercetak dan secara simbolis diserahkan pada Sabtu (22/10) ini bersamaan dengan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) dan gelaran Pekan Olah Raga dan Seni Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) VII di Serang, Banten.
“Sebanyak 41.866 KIP diperkirakan akan selesai pada akhir Oktober 2016 untuk kemudian langsung didistribusikan ke para santri penerima,” lanjutnya menambahkan.
Kendati begitu Mohsen mengakui, bahwa proses penerbitan KIP ini sedikit terlambat. Pasalnya, KIP baru bisa diterbitkan setelah diverifikasi dengan Basis Data Terpadu yang dimiliki oleh Tim TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan).
Kendala lain dalam proses pendataan, karena santri pondok pesantren sebagian besar berjauhan dari tempat tinggal orang tua, bahkan sampai beda provinsi, sementara komunikasi antarsantri dan orang tua terbatas, apalagi sebagian pondok pesantren melarang santri menggunakan hand phone (alat komunikasi).
Meski demikian, proses pencetakan KIP terus dilakukan hingga baik kartu maupun manfaatnya bisa disalurkan secara optimal. Berdasarkan data EMIS (Education Management Information System) Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI 2015/2016, di Indonesia terdapat 28.961 pondok pesantren. 15.057 (51.99%) merupakan pesantren salafiyah (untuk mengaji saja), sedang sisanya, 13.904  (48.01%), adalah pesantren memadukan antara pengajian, pendidikan formal dan non formal.
Sementara itu, jumlah santri mencapai 4.028.668 orang. Sebanyak 1.858.352 santri (46.13 %) mengikuti pendidikan Madrasah (MI/MTs/MA), 1.343.230 santri (33.34 %) mengikuti layanan pendidikan SD/SMP/SMA/SMK, 67.320 santri (1.67 %) belajar di perguruan tinggi, 82.046 santri (2.04 %) mengikuti Pendidikan Kesetaraan (Program Wajar Dikdas Salafiyah Ula/Wustha, Paket A/B/C). Dan, dan sebanyak 677.712 santri (16.82 %) yang menekuni kajian kitab saja. (BNC-01)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Salurkan KIP Bertepatan dengan Momentum Hari Santri Nasional "

Post a Comment