Kirab Hari Santri Akan Singgahi Sejumlah Kota

Jakarta, Bekanews.com - PBNU akan melaksanakan Kirab Hari Santri Nasional dari Banyuwangi (Jawa Timur) sampai Cilegon (Banten), 13 sampai 21 Oktober, akan singgah di sejumlah kota.  
Kota-kota yang akan disinggahi yaitu Jember, Lumajang, Malang, Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya, Mojokerto, Jombang, Kertosono, Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Magetan, Ngawi (Jawa Timur). 
Kemudian akan melewati kota-kota di Jawa Tengah yaitu Sragen, Solo, Klaten, memasuki satu kota di Yogyakarta, kembali ke Jawa Tengah yaitu Magelang, Temanggung, Wonosobo, Banjarnegara, Purwokwrto, diakhiri di Cilacap. 
Lalu memasuki Jawa Barat dimulai dari Kota Banjar, Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Bandung, Cianjur, Bogor. Lalu memasuki kota-kota di Banten mulai Tangerang, Serang, Pandeglang, Cilegon. Setelah itu kembali ke Jakarta. 
Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Ishfah Abidal Aziz, peserta kirab Hari Santri tersebut di setiap kota yang disinggahi, akan berziarah ke makam para kiai, sowan ke pesantren-pesantren, dan melakukan bakti sosial serta memberikan sumbangan kepada fakir miskin. 
“Umpamanya ketika sampai di Lumajang, peserta kirab akan sowan kiai, ziarah ke makam kiai dan bersilaturahim dengan pengurus NU,” katanya selepas rapat panitia Peringatan Hari Santri Nasional Senin (6/9) sebagaimana dilansir NU Online
Menurutnya, rombongan kirab dari PBNU sekitar 100 orang. Mereka terdiri dari perwakilan perwakilan pengurus lembaga dan badan otonom NU. “Di daerah-daerah, peserta kirab itu akan bertambah. Dari Banyuwangi ke Jember itu, misalnya, warga NU Banyuwangi bisa mengiringi kirab,” paparnhya.  
Peserta kirab, lanjutnya, akan menumpangi bus. Namun, ketika memasuki sebuah kota, misalnya dengan tujuan kantor PCNU atau pendopo bupati, akan berjalan sekitar 5 km. “Untuk perjalanan antara satu kota denga kota lainnya kirab akan menggunakan bus,” katanya. (BNC-01)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kirab Hari Santri Akan Singgahi Sejumlah Kota "

Post a Comment